Recent Comments
    Categories
    October 2014
    M T W T F S S
    « Apr   Jan »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
    animasi panah asmara

    ETIKA BISNIS
    JUDUL : SIDANG DPR HARI PERTAMA RICUH
    REFENSI : KORAN JAWA POS
    TANGGAL : RABU, 01 – OKTOBER 2014

    logo-narotama

    NAMA : FITRI RACHMAD KARDIANI .H.
    NIM : 01112033
    PRODI : AKUNTANSI

    BERITA :

    IMG

     

     

    Dari Artikel Diatas dapat di dikatakan bahwa :

            Ulasan :

     

    Dari Artikel diatas menunjukkan bahwa kebutuhan teknologi sekarang semakin

    berkembang pesat dikarenakan ke canggihan teknologi yang semakin hebat dan

    adanya gaya hidup yang mulai cenderung ke barang mewah dengan tujuan untuk

    mendapatkan fasilitas terbaik dalam smartphone yang mereka beli ,hal ini yang akan

    menimbulkan adanya banyak persaingan dalam dunia bisnis smartphone untuk menarik

    perhatian pelanggan ,Berikut ada beberapa ulasan mengenai berbisnis dalam etika bisnis.

     

     

    Etika bisnis adalah perwujudan dari nilai-nilai moral. Hal ini disadari oleh sebagian besar pelaku usaha,

    karena mereka akan berhasil dalam usaha bisnisnya jika mengindahkan prinsip-prinsip etika bisnis.

    Jadi penegakan etika bisnis penting artinya dalam menegakkan iklim persaingan usaha sehat yang kondusif.

    Di Indonesia, penegakan etika bisnis dalam persaingan bisnis semakin berat. Kondisi ini semakin sulit

    dan kompleks, karena banyaknya pelanggaran terhadap etika bisnis oleh para pelaku bisnis itu sendiri,

    sedangkan pelanggaran etika bisnis tersebut tidak dapat diselesaikan melalui hukum karena sifatnya yang

    tidak terikat menurut hukum.

     

    Persaingan usaha yang sehat akan menjamin keseimbangan antara hak produsen dan konsumen.

    Indicator dari persaingan yang sehat adalah tersedianya banyak produsen, harga pasar yang

    terbentuk antara permintaan dan penawaran pasar, dan peluang yang sama rari setiap usaha

    dalam bidang industry dan perdagangan. Adanya persaingan yang sehat akan menguntungkan

    semua pihak termasuk konsumen dan pengusaha kecil, dan produsan sendiri, karena akan

    menghindari terjadinya konsentrasi kekuatan pada satu atau beberapa usaha tertentu.

     

     

    Dalam Kasusu Ini Menggunakan

    Teori Etika Bisnis :

    1. Teori Teologi. Etika Teologi yaitu etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan

    berdasarkan tujuan yang hendak dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibatnya

    yang ditimbulkan atas tindakan yang dilakukan. Suatu tindakan dinilai baik, jika bertujuan

    mencapai sesuatu yang baik,atau akibat yang ditimbulkannya baik dan bermanfaat.

    Dalam etika teologi terdapat filosofinya, yaitu:

     

    –   Utilitarianism. Semakin tinggi kegunaannya maka semakin tinggi nilainya.

    Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu

    perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut

    bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.

    Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya

    suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan

    terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

     

     

     

          Etika Bisnis dalam Persaingan :

     

    –   Dalam bisnis akan terjadi persaingan yang sangat ketat kadang-kadang menyebabkan

    pelaku bisnis menghalalkan segala cara untuk memenangkannya, sehingga yang

    sering terjadi persaingan yang tidak sehat dalam bisnis. Persaingan yang tidak sehat

    ini dapat merugikan orang banyak selain juga dalam jangka panjang dapat merugikan

    pelaku bisnis itu sendiri.

     

    –  Aspek hukum dan aspek etika bisnis sangat menentukan terwujudnya persaingan yang sehat.

    Munculnya persaingan yang tidak sehat menunjukkan bahwa peranan hukum dan etika bisnis

    dalam persaingan bisnis ekonomi belum berjalan sebagaimana semestinya.

     

    –   Dari segi etika bisnis, hal ini penting karena merupakan perwujudan dari nilai-nilai moral.

    Pelaku bisnis sebagian menyadari bahwa bila ingin berhasil dalam kegiatan bisnis,

    ia harus mengindahkan prinsip-prinsip etika. Penegakan etika bisnis makin penting artinya

    dalam upaya menegakkan iklim persaingan sehat yang kondusif. Sekarang ini banyak praktek

    pesaing bisnis yang sudah jauh dari nilai-nilai etis, sehingga bertentangan dengan standar moral.

    Para pelaku bisnis sudah berani menguasai pasar komoditi tertentu dengan tidak lagi mengindahkan sopan-santun

    berbisnis. Keadaan ini semakin krusial sebagai akibat dari sikap Pemerintah yang memberi peluang kepada beberapa

    perusahaan untuk menguasai sektor industri dari hulu ke hilir.

     

     

          Jenis Persaingan :

     

    Persaingan bisnis dapat berbentuk persaingan yang sehat atau sempurna dan persaingan yang tidak sehat.

     

    1. Persaingan sehat :

     

    Persaingan sehat dalam arti positif, adalah sarana atau motivasi dalam bidang industry

    untuk menumbuhkan gairah, untuk menciptakan kualitas dan barang dari segi mutunya.

    Persaingan sehat bertujuan untuk meningkatkan daya saing dengan menggunakan cara-cara efisien,

    meningkatkan produktivitas, mutu dan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Para pengusaha

    diisyaratkan berpsikap ksatria dalam menghadapi persaingan sehat. Ini dilakukan dalam praktik bisnis

    dengan tidak melanggar etika bisnis.

     

        Dalam struktur persaingan sempurna ada cirri-ciri khusus, yaitu:

     

    a)      Terdapat banyak pembeli dan penjual

     

    b)      Produk yang ditawarkan banyak dan homogeny

     

    c)      Tidak ada larangan masuk pasar.

     

    d)     Perolehan yang cukup terhadap informasi pasar.

     

     

     

     

    1.     PRINSIP ETIKA DALAM BERBISNIS :

     

    Secara umum, prinsip-prinsip yang dipakai dalam bisnis tidak akan pernah lepas

    dari kehidupan keseharian kita. Namun prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis

    sesungguhnya adalah implementasi dari prinsip etika pada umumnya.

     

             1.    Prinsip Otonomi :

     

    Orang bisnis yang otonom sadar sepenuhnya akan apa yang menjadi kewajibannya

    dalam dunia bisnis. la akan sadar dengan tidak begitu saja mengikuti saja norma dan

    nilai moral yang ada, namun juga melakukan sesuatu karena tahu dan sadar bahwa hal itu

    baik, karena semuanya sudah dipikirkan dan dipertimbangkan secara masak-masak.

    Dalam kaitan ini salah satu contohnya perusahaan memiliki kewajiban terhadap para pelanggan,

    diantaranya adalah:

     

    –  Memberikan produk dan jasa dengan kualitas yang terbaik dan sesuai dengan tuntutan mereka;

     

    –   Memperlakukan pelanggan secara adil dalam semua transaksi, termasuk pelayanan yang tinggi

    dan memperbaiki ketidakpuasan mereka;

     

    –  Membuat setiap usaha menjamin mengenai kesehatan dan keselamatan pelanggan, demikian juga

    kualitas Iingkungan mereka, akan dijaga kelangsungannyadan ditingkatkan terhadap produk  dan

    jasa perusahaan;

     

    –  Perusahaan harus menghormati martabat manusia dalam menawarkan,

    memasarkan dan mengiklankan produk.

     

     

    Untuk bertindak otonom, diandaikan ada kebebasan untuk mengambil keputusan dan bertindak

    berdasarkan keputusan yang menurutnya terbaik. karena kebebasan adalah unsur hakiki

    dari prinsip otonomi ini. Dalam etika, kebebasan adalah prasyarat utama untuk bertindak secara etis,

    walaupun kebebasan belum menjamin bahwa seseorang bertindak secara otonom dan etis. Unsur lainnya

    dari prinsip otonomi adalah tanggungjawab, karena selain sadar akan kewajibannya dan bebas

    dalam mengambil keputusan dan tindakan berdasarkan apa yang dianggap baik, otonom juga harus bisa

    mempertanggungjawabkan keputusan dan tindakannya (di sinilah dimung-kinkan adanya pertimbangan moral).

    Kesediaan bertanggung jawab merupakan ciri khas dari makhluk bermoral, dan tanggungjawab disini

    adalah tanggung jawab pada diri kita sendiri dan juga tentunya pada stakeholder

     

     

     

          2.    Prinsip Saling Menguntungkan

     

    Prinsip ini menuntut agar semua pihak berusaha untuk saling mengun­tungkan satu sama lain

    Dalam dunia bisnis, prinsip ini menuntut persaingan bisnis haruslah bisa melahirkan suatu win-win situation.

     

         3.    Prinsip Integritas Moral

     

    Prinsip ini menyarankan dalam berbisnis selayaknya dijalankan dengan tetap menjaga

     

    nama baiknya dan nama baik perusahaan.

     

    Leave a Reply