Recent Comments
    Categories
    January 2015
    M T W T F S S
    « Oct    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
    animasi panah asmara

    Archive for January, 2015

    Definisi Iklan Menurut Para Ahli :

    – Menurut Thomas M.Garrey ,SJ :

    Iklan dipahami sebagai aktivitas aktivitas yang lewatnya pesan pesan visual atau oral disampaikan kepada khalayak dengan maksud menginformasikan atau mempengaruhi mereka untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi,atau untuk melakukan tindakan tindakan ekonomi secara positif terhadap idea idea ,institusi institusi yang terlibat dalam iklan tersebut.

    – Menurut S.William Pattis :

    Iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi dan mempromosikan produk dan jasa kepada seseorang atau pembeli yang potensial.tujuanya adalah mempengaruhi calon konsumen untuk berfikir dan bertindak sesuai keinginan si pemasang iklan.

    – Menurut Roman,Maas & Nisenholtz :

    Iklan adalah seni menyampaikan apa yang ditawarkan atau dijual untuk mendapatkan perhatian dan menempatkan produk secara unik kedalam pikiran konsumen dengan alat bantu.

    Fungsi Periklanan :

    – Periklanan dibedakan dalam dua fungsi :fungsi informatif dan fungsi persuasif.tetapi pada kenyataaanya tidak ada iklan yang semata mata informatif dan tidak ada iklan yang semata mata persuasif.

    Keuntungan dari adanya iklan :

    – Adanya informasi kepada konsumer akan keberadaan suatu produk dan kemampuan produk terebut .dengan demekian konsumer mempunyai hak untuk memilih produk yang terbaik sesuai dengan kebutuhanya.adanya kompetisi sehingga dapat menekan harga jual produk kepada konsumen tanpa adanya iklan,berarti produk yang akan dijual dengan cara eksklusif dan produsen bisa sangat berkuasa dalam menentukan harga jualnya.munculnya media media gratis memperkuat fakta bahwa mereka bisa mencetak dan mendistribusikan media tersebut karena adanya penghasilan dari iklan.

    Etika Iklan Secara Umum :

    1. Jujur : tidak memuat konten yang tidak sesuai dengan kondisi produk yang diiklankan.

    2. Tidak memicu konflik SARA.

    3. Tidak mengandung pornografi.

    4. Tidak bertentangan dengan norma norma yang berlaku.

    5. Tidak melanggar etika bisnis.

    6. Tidak plagiat.

    Etika Parwira Indonesia ( EPI ) :

    – Berikut adalah sepenggal Tata Krama Isi Iklan :

    1. Hak Cipta : Penggunaan materi yang bukan milik sendiri ,harus atas ijin tertulis dari pemilik.

    2. Bahasa :
    A. Iklan harus disajikan dalam bahasa yang bisa dipahami oleh khalayak sasaranya,dan tidak menggunakan persandian yang dapat menimbulkan penafsiran selain dari yang dimaksudkan oleh perancang iklan tersebut.
    B. Tidak boleh menggunkan kata kata superlatif seperti ‘’paling’’,
    ‘’nomor satu’’,’’top’’.

    3. Tanda Asteris (*) : tanda berkut tidak dapat digunakan untuk menyembunyikan,menyesatkan,membingungkan atau membohongi khalayak tentang kualitas,kinerja,atau harga sebenarnya dari produk yang di iklankan.

    4. Penggunaan kata ‘’Satu Satunya ‘’ : Iklan tidak dapat menggunakan kata kata tersebut tanpa secara khas menyebutkan dalam hal apa produk tersebut menjadi satu satunya dan hal tersebut harus dibuktikan dan dipertanggung jawabkan .

    5. Pencantuman Harga : Jika harga suatu produk tersebut dicantumkan dalam sebuah iklan ,maka ia harus ditampakkan dengan jelas ,sehingga knsumen akan mengetahui dengan jelas apa yang diperolehnya .

    Berikut adalah contoh Dua Jenis Iklan yang jenisnya sama namun penempatanya berbeda :

     

    REKLAME IKLAN ROKOK DI DAERAH SURABAYA :

    – Reklame yang ditempelkan atau melekat pada tembok di Jalan Gayungan Surabaya

    IKLAN ROKOK TEMBOK

    – Reklame yang berada di tembok dibawah rel kereta api daerah surabaya

    IKLAN ROKOK DIBAWAH REL

    Ulasan :

    Dari pemasangan reklame di daerah kota surabaya tersebut menyimpulkan bahwa
    Hal tesebut sudah melanggar Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya Nomor 9 tahun 1999 Tentang pajak reklame mengenai larangan penyelenggaraan reklame yang berbunyi ‘’Dilarang menempatkan atau memasangkan reklame selebaran pada tembok tembok ,pagar ,pohon ,tiang listrik,tiang telepon dan sejenisnya.’’.
    Jika dilihat dari isi iklan tesebut tidak melanggar bahasa periklanan namun isi kedua iklan tersebut kurang lengkap dan tidak memikat para konsumer melaikan hanya tempatnya saja yang tidak tepat untuk meletakkan iklan tersebut.

    Kesimpulan :

    Dari Dua Iklan tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyaknya jumlah perusahaan periklanan yang melakukan pelanggaran karena tidak ada sanski yang tegas dari pemerintah daerah bagi para yang melanggar ,sehingga dengan seenaknya mereka melakukan pemasangan iklan disembarangan tempat tanpa memperhatikan etika dalam beriklan dan kurang memperhatikan dampak yang akan timbul akibat aktivitas tersebut.

    Saran :

    Hendaknya tata peraturan periklanan dipertegas agar perusahaan yang memasangkan iklanya disembarang tempat agar terkena sanksi dan tidak merugikan banyak pihak lagi agar pelanggaran beretika dalam beriklan semakin berkurang dan tata letak kota semakin terlihat lebih indah dan rapi jika iklan diletakkan pada tempatnya yang sesuai.